Tari Saman Ditampilkan di Acara Penutupan GAMIfest

Kategori : Pariwisata Selasa, 27 November 2018

 Tari Saman Bale Asam Ditampilkan di Acara Penutupan GAMIfest Penutupan GAMIfest dimeriahkan dengan Tari Saman dan Tari Bines bertempat di Stadion Seribu Bukit Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues. Sabtu 24 November 2018, pukul 10.00 WIB.

Indonesiana adalah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.

 Di kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh, dalam acara Indonesiana yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menampilkan Tari Saman “Bale Asam” dan Tari Bines di Lapangan Stadion Seribu Bukit Kota Blang kejeren pada Sabtu (24/11/18).

Tari Saman Bale Asam adalah, tari saman yang ditampilkan beberapa grub tarian asli Gayo Lues dengan gerakan berbeda antara satu grub dengan grub yang lainnya, Biasanya Saman Bale Asam dimainkan di penghujung acara bejamu (bertamu) saman. Gerak sesuai dengan gerak yang disepakati grub masing-masing, tidak dituntut keseragaman gerak antar grub.

Acara ini sekaligus diselenggarakan untuk penutupan Festival bejamu (bertamu) saman Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIfest) pada kompetisi bejamu samun dalam rangka Festival Budaya saman Gayo Lues tahun 2018.

 Jumlah penari yang dilibatkan pada acara ini sebanyak 660 orang penari saman , terbagi dari penari Saman 330 orang dan Penari Bines 330 orang. Para penari seluruhnya mengenakan baju adat Suku Gayo Lues yaitu Kerawang Gayo.

Mereka didatangkan dari seluruh kecamatan dikabupaten Berjuluk negeri Seribu Bukit ini. Satu kecamatan mengirim delegasi 1 grup penari saman dan 1 grub penari Bines serta tak mau ketinggalan 1 grub saman Binaan Pemda Gayo Lues.

Kepala Dinas Pariwisata Gayo Lues. Saprudin S.sos, dalam hal ini menjelaskan”, Kegiatan tersebut didanai oleh Dirjen Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Pemkab Gayo Lues.

 ” Kegiatan Indonesiana ini didanai oleh Kemenbud RI, Pemerintah Daerah hanya memfasilitasi ” katanya.

 Dalam hal ini, Bupati Gayo Lues H. Muhammad Amru menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan Festival saman akan terus diselenggarakan di Dataran Tinggi Gayo Alas.

 Diharapkan Bupati, kedepan Saman center kiranya dapat dibangun di Gayo lues dan terbuka bagi siapa saja yang hendak belajar tari saman, Kepada pemerintah terkait, Bupati Berharap agar tanggal 24 november bisa ditetapkan sebagai hari kerawang dan hari saman Internasional dan diharapkan kepada pemerintah Provinsi agar segera dapat menetapkan Dataran Tinggi Gayo Alas (DTGA) menjadi Kawasan Strategis Nasional (KSN) dan Destinasi Prioritas Nasional (DPN).

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32