Festival Panen Kopi Arabika Gayo di gelar di Seladang Cafe

Kategori : Pariwisata Sabtu, 01 Desember 2018

Kopi adalah salah satu komoditas andalan dari Negeri di atas awan, meliputi tiga  Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Bukan hanya memiliki dengan cita rasa yang khas dan berkualitas, Kopi Arabika Gayo juga menjadi penopang hidup masyarakat gayo di tiga kabupaten itu.

Dalam proses budidaya kopi arabika gayo, mulai dari pembukaan lahan tanam hingga paska panen, tidak terlepas dari peran para laki-laki dan  perempuan di daerah dataran tinggi gayo, karena menjadi petani kopi arabika gayo, keberadaan kaum Adam dan kaum hawa seperti layaknya ibu dan ayah yang merawat anaknya. Begitu ungkapan pelaksana tugas ( Plt ) bupati bener meriah pada pembukaan   Festival  Panen Kopi.

Acara    Festival  Panen Kopi arabika gayo yang termasuk serangkaian  kegiatan Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFEST ) itu di selenggarakan di tengah-tengah kebun kopi milik salah satu aktivis lingkungan gayo   yaitu Gembel  (sadikin 30 tahun) di seladang cafe desa  jamur ujung  kecamat weh pesam kabupaten bener meriah acara   Festival  Panen Kopi arabika gayo  dilaksanakan  pada tanggal 19 s.d 21 November 2018. Dalam pembukaan Festival  Panen Kopi Arabika gayo tersebut, di buka oleh  Tgk Syarkawi selaku Plt Bupati Bener Meriah dalam pidatonya mengatakan mudah-mudahan dengan di selenggarakannya Festival  Panen Kopi  arabika gayo ini, Bener Beriah ,Aceh Tengah dan Gayo Lues  bisa lebih di kenal lagi dengan kekayaan  cita rasa kopi arabika gayo serta bisa menarik minat para wisatawan luar dan dalam negeri yang ingin berkunjung ke daerah penghasil kopi arabika gayo tiga kabupaten ini.Acara kebudayaan dan pariwisata 2018 di Dataran Tinggi Gayo-Alas, khususnya dalam Festival Panen Kopi bertajuk melestarikan budaya, mensejahterakan masyarakat gayo yang ada di tiga kabupaten .

Acara ini digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, dalam rangkaian Gayo Alas Mountain International Festival (GAMIFest) 2018

Seperti dalam  masyarakat Gayo disebut menutu anak ni kupi, atau menampah biji kopi, pengolahan kopi tradisional seperti mendepe atau menyortir biji kopi, yang merupakan singkatan dari deffect point, lalu ada Workshop , serta kegiatan lainnya,” ungkap Riskana.

Selanjutnya, kebun kopi akan dijadikan wahana cat walk, dalam ajang kopi dan fashion show, berupa pegelaran busana terkait kopi dengan menjadikan kebun kopi yang ada di komplek Kafe Seladang. Kegiatan ini akan dilakukan pada tanggal 21 November 2018.

“Kegiatan ini kita gelar untuk melihat keseragaman para peserta yang pastinya didominasi oleh para perempuan dalam memanen kopi, tetapi protektif terhadap hujan namun tetap stylish dan nyaman,” ungkapnya.

 

Sosial

Sholat

Kota: Banda Aceh
Lat: 5.53
Lng: 95.32